SONY VEGAS PRO

                Sony Vegas Pro adalah paket software editing video untuk non-linear editing (NLE) awalnya diterbitkan oleh Sonic Foundry, sekarang dimiliki dan dijalankan oleh Sony Creative Software. Awalnya dikembangkan sebagai editor audio, akhirnya berkembang menjadi sebuah NLE untuk video dan audio dari versi 2.0. 

Vegas fitur real-time multitrack video dan audio editing pada trek tak terbatas, sequencing video beresolusi-independen, efek yang kompleks dan alat-alat compositing, 24-bit / 192 kHz dukungan audio, VST dan DirectX plug-in efek dukungan, dan Dolby Digital surround sound mixing . Sampai versi 10, Vegas Pro berjalan pada Windows 7, Windows 8, dan Windows 10. Versi 11 menjatuhkan dukungan untuk Windows XP, dan versi 12 adalah 64-bit saja. Versi 13 menjatuhkan dukungan Windows Vista.

Vegas_Pro_15.0

Fitur

Vegas tidak memerlukan perangkat keras khusus untuk berjalan dengan baik, memungkinkan untuk beroperasi di hampir semua komputer Windows standar di berbagai hardware. Tidak seperti editor lain, Sony Vegas Pro mendukung teknologi scripting yang memberikan tugas otomatisasi, disederhanakan alur kerja, dan efisiensi yang lebih besar dan produktivitas. Gratis dan berbayar pra-menulis skrip yang tersedia dari masyarakat Vegas di web. Sony Vegas Pro dikenal sebagai program editing video kuat, namun pemula-ramah.

Versi dari SONY VEGAS PRO

  • Vegas BETA
  • Vegas 1.0
  • Vegas 2.0 BETA
  • Vegas 2.0
  • Vegas video LE 3.0
  • Vegas video 3.0
  • Vegas 4.0
  • Vegas 4.0b
  • Vegas 4.0e
  • Vegas 5.0
  • Vegas 6.0
  • Vegas 7.0
  • Vegas pro 8.0
  • Vegas pro 9.0
  • Vegas pro 10
  • Vegas pro 11
  • Vegas pro 12
  • Vegas pro 13
  • Vegas pro 14
  • Vegas pro 15
  • Vegas pro 16

Tutorial menggunakan SONY VEGAS PRO

Kita akan membahas langkah satu-persatu bagaimana cara penggunaan Vegas Pro 1secara umum, dari membuat file project, mengatur ukuran resolusi project, memberi text hingga me-render file untuk dijadikan video.

1. Jalankan program Vegas Pro 13 terlebih dahulu

2. Klik Project Video Properties di kanan atas (disebelah kiri Preview (Full)) atau dengan menekan Alt+Enter, disini kita dapat mengatur berbagai macam detail video seperti video, audio dan lain-lain. Namun untuk kali ini kita cukup mengubah templatenya menjadi HDV 720-30p (1280×720, 29.970 fps)

3. Lihat sebelah kiri layar dan cari tab “Media Generator” lalu cari folder “32-bit floating point” dan pilih “Solid Color” dan ditulisan “Preset:” cari icon persegi bertuliskan “Black”. Drag & Drop icon tersebut ke timeline. Tutup jendela Video Media Generator.

4. Di Vegas Pro kita dapat mengatur durasi sebuah object/item dengan mengarahkan kursor dipinggir kanan dan menariknya ke kanan sehingga jadi seperti ini7

5. Untuk memberikan teks kita masih menggunakan fitur Media Generators > All > Titles & Text >. Untuk efek animasi text terdapat pilihan lain seperti Action Flip, Bounce, Double Flash Glow dll. Bisa dipakai sesuai kebutuhan. Sebagai contoh kita pakai yang Action Flip. Kita klik kanan media tersebut dan pilih Edit in Generated Media

Kita edit text dengan memberi tulisan “2IA04”

6. Blok seluruh timeline dan pilih File > Render As, ada berbagai macam template yang bisa dipilih salah satu contohnya adalah Youtube 720p10

Teknik Informatika (IMT) Universitas Ciputra,info lebih lanjut silahkan ke halaman  web : http://informatika.uc.ac.id

Nama : Kevin Dwi P S

NIM    : 0206011810020

Algorithm and Progamming #Week 9

Pada minggu ke 9 kami mempelajari cara penggunaan array dan method.

Array adalah kumpulan dari nilai-nilai data bertipe sama dalam urutan tertentu yang menggunakan sebuah nama yang sama.

Nilai-nilai data di suatu larik disebut dengan elemen-elemen larik.

Letak urutan dari suatu elemen larik ditunjukkan oleh suatu subscript atau suatu index.

Menurut dimensinya, array dapat dibedakan menjadi :

  1. Array berdimensi satu

o       Setiap elemen array dapat diakses melalui index

o       Index array secara default dimulai dari 0

o       Deklarasi array :

Tipe_array nama_array[ukuran]

  1. Array berdimensi dua

–          Array dua dimensi merupakan array yang terdiri dari m buah baris dan n buah buah kolom. Bentuknya dapat berupa matriks atau tabel.

–          Deklarasi array :

Tipe_array nama_array [baris][kolom]

  1. Array multidimensi

–          Array multidimensi merupakan array yang mempunyai ukuran lebih dari dua. Bentuk pendeklarasian array multidimensi sama saja dengan deklarasi array dimensi satu maupun dimensi dua.

Nama : Kevin dwi putra sarliarahmawan

NIM : 0206011810020

C#

1.1 Penjelasan

C# (dibaca: C sharp) merupakan sebuah bahasa pemrograman yang berorientasi objek yang

dikembangkan oleh Microsoft sebagai bagian dari inisiatif kerangka .NET Framework. Bahasa

pemrograman ini dibuat berbasiskan bahasa C++yang telah dipengaruhi oleh aspek-aspek

ataupun fitur bahasa yang terdapat pada bahasa-bahasa pemrograman lainnya seperti Java,

Delphi, Visual Basic, dan lain-lain) dengan beberapa penyederhanaan.

1.2 Tujuan Desain

Menurut standar European Computer Manufacturer Association (ECMA) tujuan desain dari

bahasa pemrograman C#, sebagai berikut:

C# dibuat sebagai bahasa pemrograman yang bersifat bahasa pemrograman general-purpose , berorientasi objek, modern, dan sederhana.

  • C# dipakai dalam mengembangkan komponen perangkat lunak yang mampu mengambil

keuntungan dari lingkungan terdistribusi.

  • Portabilitas programmer sangatlah penting, khususnya bagi programmer apalagi yang sudah menggunakan C dan C++.

  • Dukungan untuk internasionalisasi / multi-languange juga diperlukan.

  • C# ditunjukan agar cocok digunakan untuk menulis program aplikasi pada sistem klien-server (hosted system) dan juga sistem embedded (embedded system), digunakan pada perangkat lunak yang sangat besar dengan sistem operasi yang canggih hingga kepada kepada perangkat lunak yang sangat kecil yang memiliki fungsi-fungsi yang terdedikasi.

  • Pengunnaan C# ditunjukkan untuk penggunaan yang bersifat ‘ekonomis’ dalam pemrosesan dan memori komputer, bahasa C# sendiri tidak ditujukkan untuk bersaing untuk dipakai secara langsung dengan kinerja dan ukuran perangkat lunak yang di buat dengan bahasa pemrograman C dan bahasa rakitan.

  • Dalam C# harus mencakup pengecekan jenis (type check) yang kuat, pengecekan array, pendektesian terhadap pencobaan terhadap penggunaan variable-variable yang belum dimasukkan, portabilitas kode sumber, dan pengumpulan sampah (garbage collection) secara otomatis.

1.3 Sejarah

Pada akhir tahun 1990-an, Microsoft mengembangkan sebuah program yang bernama Microsoft Visual J++ sebagai langkah percobaan untuk menggunakan Java di dalam sistem operasi Windows untuk meningkatkan antarmuka dari Microsoft Component Object Model (COM). Akan tetapi, akibat masalah dengan pemegang hak cipta bahasa pemrograman Java, Sun Microsystems, Microsoft pun menghentikan pengembangan J++, dan beralih untuk membuat pengganti J++, kompilernya dan mesin virtualnya sendiri dengan menggunakan sebuah bahasa pemrograman yang bersifat general-purpose. Untuk menangani proyek ini, Microsoft merekrut Anders Helsberg, yang merupakan mantan karyawan Borland yang membuat bahasa Turbo Pascal, dan Borland Delphi, yang juga mendesain Windows Foundation Classes (WFC) yang digunakan di dalam J++. Sebagai hasil dari usaha tersebut, C# pun pertama kali diperkenalkan pada bulan Juli 2000 sebagai sebuah bahasa pemrograman modern berorientasi objek yang menjadi sebuah bahasa pemrograman utama di dalam pengembangan di dalam platform Microsoft .NET Framework.

Pengalaman Helsberg sebelumnya dalam pendesain bahasa pemrograman seperti Visual J++, Delphi, Turbo Pascal) dengan mudah dilihat dalam sintaksis bahasa C#, begitu pula halnya pada inti Common Language Runtime (CLR). Dari kutipan atas interview dan makalah-makalah teknisnya ia menyebutkan kelemahan-kelemahan yang terdapat pada bahasa pemrograman yang umum digunakan saat ini, misalnya C++, Java, Delphi, ataupun Smalltalk. Kelemahan-kelemahan yang dikemukakannya itu yang menjadi basis CLR sebagai bentukan baru yang menutupi kelemahan-kelemahan tersebut, dan pada akhirnya memengaruhi desain pada bahasa C# itu sendiri. Ada kritik yang menyatakan C# sebagai bahasa yang berbagi akar dari bahasa-bahasa pemrograman lain. [1] Fitur-fitur yang diambilnya dari bahasa C++ dan Java adalah desain berorientasi objek, seperti garbage collection, reflection, akar kelas (root class), dan juga penyederhanaan terhadap pewarisan jamak (multiple inheritance). Fitur-fitur tersebut di dalam C# kini telah diaplikasikan terhadap iterasi, properti, kejadian (event), metadata, dan konversi antara tipe-tipe sederhana dan juga objek.
C# didisain untuk memenuhi kebutuhan akan sintaksis C++ yang lebih ringkas dan Rapid Application Development yang ‘tanpa batas’ (dibandingkan dengan RAD yang ‘terbatas’ seperti yang terdapat pada Delphi dan Visual Basic).
Agar mampu mempromosikan penggunaan besar-besaran dari bahasa C#, Microsoft, dengan dukungan dari Intel Corporation dan Hewlett-Packard, mencoba mengajukan standardisasi terhadap bahasa C#. Akhirnya, pada bulan Desember 2001, standar pertama pun diterima oleh European Computer Manufacturers Association atau Ecma International (ECMA), dengan nomor standar ECMA-334. Pada Desember 2002, standar kedua pun diadopsi oleh ECMA, dan tiga bulan kemudian diterima oleh International Organization for Standardization (ISO), dengan nomor standar ISO/IEC 23270:2006.

1.4 Fitur – fitur Bahasa

Sejak tahun 2000 dan .NET 1.0, C # berevolusi sangat pesat, memisahkan diri dari Java dan

menjadi salah satu bahasa terpopuler di dunia. Ini dilengkapi dengan daftar panjang fitur dan

pengembangan selama bertahun-tahun dan membentuk C # saat ini.Beberapa dari fitur-fitur itu

adalah perkembangan asli dan beberapa di antaranya adalah imitasi dari bahasa lain.

Berikut beberapa tahapan pengembangan fitur C#.